Jasa Reparasi Springbed, Saingan Minimal, Untung Maksimal

Peluang Usaha bisa terdapat dimana saja, dengan sedikit kejelian dan kecermatan dalam menangkap peluang tersebut, dapat menghasilkan pundi-pundi rupiah yang tidak sedikit. Contohnya adalah pak Sutikno,warga Bantul, beliau dengan jeli dapat menangkap peluang yang sama sekali tidak dilirik orang lain, yaitu jasa reparasi springbed. Kini usahanya p[un telah berkembang, selain mereparasi springbed beliau juga menyewakan kasur,bantal dan memproduksi sendiri springbed bermerk edelweis. Beliau terinspirasi kala melihat jasa reparasi furnitur yang tersebar di berbagai daerah, “kalau furnitur saja bisa di reparasi , mengapa springbed tidak ?” ujarnya. Daerahnya yang dekat dengan Yogyakarta, yang sebagai kota wisata selkaligus kota pelajar, membutuhkan banyak springbed untuk kebutuhan tamu hotel maupun untuk kost mahasiswa.

Sebelum menggeluti usaha ini lebih jauh, Sutikno ingin benar-benar ahli dalam dunia “per-springbed-an”, kasur yang baru saja dibelinya di bongkar, untuk dipelajari sampai ke detail-detailnya.Dengan modal awal Rp500.000 , pada awal 2003 usahanya mulai berjalan, awalnya order-order hanya datang dari warga sekitar, lama-kelamaan usahanya makin berkembang karena sedikitnya pemain di usaha ini, kini, hampir seluruh hotel berbintang di Yogyakarta menggunakan jasanya untuk mereparasi springbed hotel mereka.Dibantu sekitar 20 orang karyawan,Sutikno mampu mereparasi sedikitnya 120 spring bed perbulan atau rata-rata 4 springbed sehari. Karena perkembangan usahnaya yang cukup pesat kini edelweis tidak lagi menggunakan peralatan manual untuk mereparasi springbed. Workshopnya di daerah Sewon,Bantul,Yogyakarta kini di lengkapi peralatan untuk mesin perangkai pegas,mesin pengancing pegas dan mesin jahit khusu untuk bed cover.Order yang datang pun kini tak hanya dari YogyakartaUtapi juga datang dari Solo,Magelang dan Semarang.

Sutikno sangat menjaga kualitas reparasi springbednya, karena itu dia selalu melakukan reparasi total untuk semua springbed yang di reparasinya. Meskipun bagian yang rusak hanya bagian-bagian tertentu,seperti spons misalnya, tetap springbed akan di bongkar total untuk mengetahui apa ada kerusakan-kerusakan lain yang terjadi. Konsumen pun hanya di bebankan biaya untuk mengganti bagian yang rusak.Kerusakan yang sering terjadi biasanya dalah bagian pegas yang lembek atau patah sehingga permukaannya terlihat kempes dan menimbulkan bunyi berderit apabila terkena beban.Yang susah menurutnya, apabila mendapatkan order mereparasi springbed murahan, karena pada springbedd murahan penataan pegasnya kurang bagus sehingga melelahkan untuk mereparasinya.

Usaha Sutikno semakin berkembang saat dirinya menjadi anggota PHRI atau Perhimpunan Pengusaha Hotel Republik Indonesia, disana ia mendapat banyak kolega-kolega baru di dunia perhotelan yang kemudian memanfaatkan jasanya.”awalnya saya hanya mengandalkan promosi dari mulut ke mulut,baru stelah saya ikut PHRI, usaha saya ini menjadi semakin berkembang,”ujar Sutikno.Kini Sutikno juga memproduksi Springbed baru bermerk edelweis, dalam sehari edelweis mampu menghasilkan 8 springbed beragam ukuran.Bahkan, beliau pernah menerima pesanan ekspor dari Amerika dan Hawaii,Khusus produk ekspor , Sutikno mematok harga 3 hingga 3,5 juta rupiah per springbednya.Usahanya yang lain adalah persewaan springbed dan bantal yang biasanya ramai ketika liburan atau saat event-event tertentu dimana hotel-hotel membutuhkan tambahan springbed maupun bantal.

Kesuksesan Sutikno adalah buah kecermataannya memilih jenis usaha.Tidak sekedar mengekor tapi membuka sesuatu yang baru, yang minim pesaing sehingga peluang mendapat order dan berkembang menjadi lebih besar.

About these ads

One response to “Jasa Reparasi Springbed, Saingan Minimal, Untung Maksimal”

  1. Elvia says :

    Maaf pak, apa bisa saya minta alamat dan nomor telepon pak Sutikno? terimakasih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: